SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Madina Sragen Tahun 2026 melaksanakan kegiatan penguatan literasi santriwati di Pondok Pesantren Ibnu Abbas As-Salafy Putri serta bakti sosial berupa pembagian beras kepada masyarakat di wilayah Sidodadi, Masaran, Sragen, pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Mandiri yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan komunikasi, dan kepedulian sosial mahasiswa melalui kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan pesantren dan masyarakat.
Tingkatkan Literasi dan Kepercayaan Diri Santriwati
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Ibnu Abbas As-Salafy Putri adalah literasi melalui presentasi buku oleh santriwati jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kegiatan ini dilakukan melalui diskusi dan penyampaian kembali isi buku yang telah dibaca oleh para santriwati.
Melalui kegiatan tersebut, santriwati memperoleh kesempatan untuk mengembangkan minat baca, memperluas wawasan, serta melatih kemampuan memahami dan menyampaikan informasi secara sistematis. Presentasi buku juga menjadi sarana pembelajaran untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, dan keterampilan berbicara di depan teman-teman.
Kegiatan literasi ini menempatkan membaca bukan sekadar aktivitas memperoleh informasi, melainkan sebagai proses pembelajaran yang mendorong santriwati untuk berpikir kritis, mengolah gagasan, dan mengomunikasikan pengetahuan. Dengan demikian, budaya literasi di lingkungan pesantren diharapkan semakin berkembang dan menjadi bagian dari kebiasaan belajar sehari-hari.

Tumbuhkan Kepedulian Sosial melalui Pembagian Beras
Selain melaksanakan kegiatan pendidikan, mahasiswa KKN Mandiri STIT Madina Sragen juga menyelenggarakan bakti sosial berupa pembagian beras kepada masyarakat di wilayah Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat sekaligus sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepekaan sosial, semangat berbagi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat.
Bakti sosial juga menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi turut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang berlandaskan kepedulian dan kebersamaan.

KKN sebagai Wujud Pengabdian kepada Masyarakat
Pelaksanaan KKN Mandiri STIT Madina Sragen Tahun 2026 di Pondok Pesantren Ibnu Abbas As-Salafy Putri dan wilayah Sidodadi, Masaran, Sragen, mencerminkan keterkaitan antara pendidikan, pemberdayaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan literasi berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan belajar santriwati, sedangkan bakti sosial menjadi sarana penguatan kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat. Kedua kegiatan tersebut memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik pengabdian secara langsung.
Melalui rangkaian kegiatan ini, STIT Madina Sragen terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, membangun karakter, serta menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan pesantren dan masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam membentuk insan akademik yang amanah, santun, religius, dan inovatif. kmdx
STIT Madina Sragen — The ASRI University
