Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Madina Sragen meluncurkan website resmi dengan pengelolaan baru pada November 2026 sebagai bagian dari upaya mengembangkan layanan informasi berbasis digital. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen dalam memperkuat komunikasi kelembagaan dan meningkatkan peran Hubungan Masyarakat (Humas) dalam mengelola publikasi serta menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Website ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana publikasi berbagai kegiatan institusi, tetapi juga menjadi ruang penyampaian aspirasi sivitas akademika dan sumber informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Ketua Pembina Yayasan Perkasa Nusantara Indonesia, Ahmad Fauzi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terlaksananya peluncuran website resmi STIT Madina Sragen. Ia mengemukakan bahwa pengembangan media informasi kelembagaan, termasuk penguatan fungsi hubungan masyarakat (Humas), merupakan proses yang membutuhkan tahapan, konsistensi, dan keberlanjutan.
Menurut Ahmad Fauzi, mengembangkan dakwah melalui bidang Humas tidak harus dilakukan secara terburu-buru. Upaya tersebut dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan. Ia juga menegaskan bahwa yayasan memberikan ruang dan dukungan bagi pelaksanaan tugas Humas, dengan tetap berpedoman pada Undang-Undang tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, peraturan perundang-undangan yang berlaku, adat istiadat, serta nilai-nilai Pancasila.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perkasa Nusantara Indonesia, Hj. Sri Umiati, turut menyampaikan apresiasi atas peluncuran website resmi tersebut. Ia berharap website ini dapat menjadi ruang komunikasi dan penyampaian aspirasi bagi mahasiswa maupun dosen secara lebih luas. Selain itu, keberadaannya diharapkan mampu memperkuat kesetaraan, kebersamaan, dan sinergi seluruh unsur institusi dalam menjaga marwah lembaga.
Sri Umiati juga menekankan pentingnya peran Humas dalam menyampaikan informasi yang berlandaskan data dan fakta secara objektif. Tidak hanya berfungsi sebagai media publikasi, Humas diharapkan mampu menyampaikan kritik secara konstruktif serta menghadirkan solusi berdasarkan sudut pandang dan nilai-nilai kelembagaan STIT Madina dalam merespons berbagai isu yang berkembang.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengembangan website tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur institusi. Setiap bagian diharapkan memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kemajuan lembaga, sekaligus membangun sinergi dalam merumuskan pola kerja yang selaras. Informasi yang dipublikasikan juga perlu memperhatikan kaidah ilmiah agar memiliki kredibilitas, akurasi, dan nilai manfaat bagi masyarakat.
Peluncuran website resmi pada November 2026 ini menjadi momentum penting dalam perjalanan pengembangan STIT Madina Sragen, khususnya dalam memperkuat tata kelola informasi dan komunikasi kelembagaan. Pihak yayasan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pengembangan media informasi tersebut.
Ke depan, website STIT Madina Sragen diharapkan dapat dikelola secara profesional, konsisten, dan berkelanjutan. Tidak sekadar menjadi media penyampaian informasi, website ini diharapkan berkembang menjadi ruang komunikasi yang terbuka, sarana edukasi publik, serta representasi identitas dan kredibilitas institusi. Melalui kolaborasi dan komitmen seluruh unsur kelembagaan, website ini diharapkan turut membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat eksistensi STIT Madina Sragen di tengah perkembangan era digital.
