{"id":1022,"date":"2026-10-08T07:14:43","date_gmt":"2026-10-08T07:14:43","guid":{"rendered":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/?p=1022"},"modified":"2026-10-08T07:14:43","modified_gmt":"2026-10-08T07:14:43","slug":"mengapa-literasi-penting-bagi-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/?p=1022","title":{"rendered":"Mengapa Literasi Penting bagi Anak?"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"557\" src=\"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ChatGPT-Image-Feb-7-2026-01_16_57-PM-edited.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1028\" srcset=\"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ChatGPT-Image-Feb-7-2026-01_16_57-PM-edited.png 1024w, https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ChatGPT-Image-Feb-7-2026-01_16_57-PM-edited-300x163.png 300w, https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ChatGPT-Image-Feb-7-2026-01_16_57-PM-edited-768x418.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, kemampuan membaca tidak lagi cukup dipahami sebagai keterampilan untuk mengenali huruf dan memahami kalimat. Literasi telah berkembang menjadi kemampuan fundamental yang membantu seseorang memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta beradaptasi dengan perubahan zaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi anak, literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam proses pertumbuhan intelektual, sosial, emosional, dan karakter. Anak yang memiliki kebiasaan literasi yang baik tidak hanya lebih siap mengikuti proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir, dan kemandirian dalam belajar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks pendidikan Islam, literasi memiliki kedudukan yang semakin strategis. Tradisi keilmuan Islam sejak awal telah memberikan perhatian besar terhadap aktivitas membaca, mempelajari, memahami, dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Bahkan, wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW diawali dengan perintah <em>Iqra\u2019<\/em> yang berarti \u201cbacalah\u201d. Pesan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas membaca dan mencari pengetahuan merupakan bagian penting dari pembangunan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Literasi Bukan Sekadar Membaca Buku<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Literasi sering kali dipersempit maknanya sebagai kegiatan membaca buku. Padahal, secara konseptual literasi memiliki cakupan yang jauh lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Literasi mencakup kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, menggunakan, dan mengomunikasikan informasi secara tepat. Dalam kehidupan anak saat ini, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena mereka berhadapan dengan berbagai bentuk informasi, mulai dari buku pelajaran, media sosial, video, berita, permainan digital, hingga berbagai informasi yang beredar melalui internet.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, anak perlu dibimbing untuk tidak sekadar \u201cbanyak membaca\u201d, tetapi juga mampu bertanya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa yang sedang saya baca? Apakah informasi ini benar? Dari mana sumbernya? Apa manfaatnya? Bagaimana saya dapat menggunakan informasi tersebut secara bertanggung jawab?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan tersebut merupakan bagian dari literasi kritis yang sangat diperlukan dalam menghadapi era informasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Literasi Mengembangkan Kemampuan Berpikir<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membaca memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan gagasan, pengetahuan, pengalaman, dan sudut pandang yang beragam. Ketika membaca sebuah cerita, misalnya, anak tidak hanya mengenali kata dan kalimat, tetapi juga belajar memahami sebab-akibat, karakter tokoh, permasalahan, serta nilai yang terkandung dalam cerita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses tersebut secara perlahan melatih kemampuan berpikir analitis dan reflektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak yang terbiasa membaca juga memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan pertanyaan. Dari pertanyaan tersebut muncul proses pencarian jawaban, perbandingan informasi, dan pembentukan kesimpulan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, budaya literasi memiliki hubungan erat dengan pembentukan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau <em>Higher Order Thinking Skills<\/em> (HOTS).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Literasi Memperluas Wawasan Anak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia anak tidak seharusnya hanya dibatasi oleh lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya. Melalui buku dan berbagai sumber bacaan yang sesuai usia, anak dapat mengenal berbagai tempat, budaya, tokoh, ilmu pengetahuan, sejarah, lingkungan, bahkan berbagai persoalan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seorang anak yang membaca tentang kehidupan di berbagai daerah, misalnya, dapat memahami bahwa masyarakat memiliki kebiasaan dan budaya yang beragam. Anak yang membaca tentang lingkungan dapat memahami pentingnya menjaga alam. Anak yang membaca kisah para ilmuwan dapat belajar tentang ketekunan dan rasa ingin tahu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, membaca memungkinkan anak \u201cmengunjungi\u201d banyak dunia tanpa harus meninggalkan tempatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Literasi Mendukung Perkembangan Bahasa dan Komunikasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan berbahasa berkembang melalui interaksi yang berkelanjutan dengan bahasa. Semakin banyak anak berinteraksi dengan bacaan yang berkualitas, semakin beragam pula kosakata, struktur kalimat, dan cara menyampaikan gagasan yang dapat mereka pelajari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut akan membantu anak dalam berbicara, menulis, berdiskusi, maupun menyampaikan pendapat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan komunikasi menjadi semakin penting karena pendidikan tidak hanya menuntut anak mengetahui sesuatu, tetapi juga mampu menjelaskan apa yang diketahuinya kepada orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak yang mampu membaca dengan baik perlu diarahkan untuk mampu menceritakan kembali, memberikan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan berdiskusi. Dengan demikian, aktivitas literasi dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kemampuan komunikasi yang lebih komprehensif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. Literasi Membentuk Kemandirian Belajar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang mampu belajar sepanjang hayat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak yang memiliki kemampuan literasi akan lebih mudah mencari informasi ketika menemukan sesuatu yang belum dipahaminya. Ia tidak selalu bergantung kepada guru atau orang tua untuk memperoleh jawaban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemandirian tersebut merupakan modal penting dalam menghadapi pendidikan pada jenjang berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah literasi memiliki fungsi strategis. Literasi bukan hanya membantu anak <strong>belajar membaca<\/strong>, tetapi juga membantu anak <strong>membaca untuk belajar<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan tersebut sangat penting. Pada tahap awal, anak belajar mengenali simbol, kata, dan kalimat. Namun, pada tahap berikutnya, membaca menjadi instrumen untuk memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan memahami kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. Literasi Dapat Menanamkan Nilai dan Karakter<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bacaan yang tepat dapat menjadi media pendidikan karakter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cerita tentang kejujuran dapat membantu anak memahami pentingnya berkata benar. Kisah tentang persahabatan dapat mengembangkan empati. Cerita tentang perjuangan seorang tokoh dapat mengajarkan ketekunan. Bacaan tentang lingkungan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap alam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pendidikan Islam, aktivitas literasi juga dapat diarahkan untuk memperkuat nilai keimanan, akhlak, tanggung jawab, kasih sayang, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap ilmu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, literasi seharusnya tidak dipisahkan dari pendidikan karakter. <strong>Bacaan yang baik bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga dapat membentuk cara anak memandang dirinya, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya.<\/strong><strong><br><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>6. Literasi Digital Menjadi Kebutuhan Baru<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Generasi anak saat ini tumbuh dalam lingkungan digital. Mereka dapat memperoleh informasi hanya dalam hitungan detik. Kondisi tersebut memberikan peluang besar bagi pendidikan, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak semua informasi yang ditemukan anak di internet memiliki kebenaran, kualitas, atau nilai edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, pendidikan literasi perlu berkembang menjadi literasi digital. Anak perlu dibimbing untuk menggunakan teknologi secara bijaksana, mengenali informasi yang dapat dipercaya, memahami etika komunikasi digital, menjaga privasi, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks tersebut, peran keluarga dan lembaga pendidikan menjadi sangat penting. Anak tidak cukup hanya diberikan akses terhadap teknologi, tetapi juga perlu diberikan <strong>kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bertanggung jawab<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bagaimana Orang Tua dan Guru Menumbuhkan Budaya Literasi?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membangun budaya literasi tidak harus selalu dimulai dengan program yang besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat memberikan pengaruh yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menyediakan bacaan yang sesuai usia anak.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buku tidak harus mahal. Yang terpenting adalah isi bacaan sesuai dengan perkembangan anak dan memiliki nilai edukatif.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Membiasakan waktu membaca setiap hari.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sepuluh hingga lima belas menit membaca secara konsisten lebih baik daripada membaca dalam jumlah banyak tetapi hanya sesekali.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Membaca bersama anak.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua dan guru dapat mendampingi anak membaca kemudian mendiskusikan isi bacaan.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengajukan pertanyaan setelah membaca.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, \u201cApa yang kamu pelajari dari cerita ini?\u201d atau \u201cMenurutmu, apa yang seharusnya dilakukan tokoh tersebut?\u201d<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menghubungkan bacaan dengan kehidupan nyata.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengetahuan akan lebih bermakna ketika anak mampu menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"6\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Memberikan ruang kepada anak untuk bercerita dan menulis.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Literasi tidak berhenti pada membaca. Anak perlu diberi kesempatan untuk mengomunikasikan kembali apa yang dipahaminya.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"7\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menjadi teladan literasi.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak lebih mudah membangun kebiasaan ketika melihat orang dewasa di sekitarnya juga memiliki budaya membaca dan belajar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Literasi dan Masa Depan Pendidikan Anak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, literasi bukan sekadar program sekolah, bukan pula aktivitas tambahan yang dilakukan ketika memiliki waktu luang. Literasi merupakan bagian fundamental dari proses pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak yang memiliki kemampuan literasi yang baik memiliki modal untuk memahami pelajaran, mengeksplorasi pengetahuan, menyaring informasi, berkomunikasi, memecahkan masalah, serta terus belajar sepanjang kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, membangun budaya literasi berarti sedang membangun fondasi kualitas generasi masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, <strong>Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Madina Sragen<\/strong> memandang bahwa pendidikan memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong lahirnya budaya keilmuan di tengah masyarakat. Sebagai kampus Islam yang hadir di Kabupaten Sragen, STIT Madina Sragen tidak hanya menjadi ruang pendidikan bagi mahasiswa, tetapi juga bagian dari ekosistem pendidikan yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan ilmu, pendidikan, dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Literasi anak pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab sekolah dasar atau keluarga. Perguruan tinggi, guru, mahasiswa, orang tua, dan masyarakat memiliki peran dalam membangun lingkungan yang menghargai ilmu pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mari Tumbuhkan Budaya Membaca, Mulai dari Lingkungan Terdekat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu buku yang dibaca hari ini mungkin terlihat sederhana. Namun, dari satu halaman dapat lahir satu pertanyaan. Dari satu pertanyaan dapat lahir rasa ingin tahu. Dari rasa ingin tahu dapat tumbuh pengetahuan. Dan dari pengetahuan dapat lahir perubahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, jangan berhenti pada satu bacaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Temukan pula berbagai gagasan, informasi pendidikan, perspektif keislaman, dan artikel inspiratif lainnya melalui kanal informasi STIT Madina Sragen.<\/strong> Jadikan ruang digital kampus bukan sekadar tempat memperoleh informasi, tetapi juga sebagai ruang untuk terus belajar, berpikir, dan bertumbuh bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>STIT Madina Sragen \u2014 bertumbuh dalam ilmu, berakar pada nilai-nilai Islam, dan berkontribusi bagi pendidikan masyarakat.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Sudahkah Anda Membangun Budaya Literasi di Rumah dan Sekolah?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Untuk orang tua:<\/strong> Mulailah dari hal sederhana. Luangkan waktu 10\u201315 menit setiap hari untuk membaca bersama anak, kemudian ajak mereka berdiskusi tentang apa yang telah dibaca. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi besar bagi perkembangan anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Untuk guru dan pendidik:<\/strong> Jadikan literasi sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar kegiatan tambahan. Temukan berbagai perspektif dan wawasan pendidikan lainnya melalui konten-konten edukatif <strong>STIT Madina Sragen<\/strong> untuk memperkaya praktik pendidikan di sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Untuk mahasiswa dan calon mahasiswa:<\/strong> Perluas wawasan Anda tentang pendidikan, keislaman, dan perkembangan dunia akademik melalui berbagai artikel dan informasi dari <strong>STIT Madina Sragen<\/strong>, kampus Islam di Kabupaten Sragen yang menjadi bagian dari ikhtiar membangun generasi berilmu dan berkarakter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Untuk masyarakat Sragen:<\/strong> Jangan berhenti pada satu artikel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca, bagikan, dan ikuti konten-konten STIT Madina Sragen lainnya<\/strong> untuk mendapatkan informasi dan wawasan seputar pendidikan, keislaman, serta isu-isu yang relevan dengan perkembangan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Karena membangun generasi literat membutuhkan lebih dari sekadar membaca\u2014dibutuhkan lingkungan yang terus mengajak anak untuk belajar, berpikir, dan mencintai ilmu.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ikuti konten STIT Madina Sragen dan temukan lebih banyak wawasan pendidikan Islam yang relevan untuk keluarga, sekolah, dan masyarakat.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, kemampuan membaca tidak lagi cukup dipahami sebagai keterampilan untuk mengenali huruf dan memahami kalimat. Literasi telah berkembang menjadi kemampuan fundamental yang membantu seseorang memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta beradaptasi dengan perubahan zaman. Bagi anak, literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam proses pertumbuhan intelektual, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_front_end_style_editor":"no","ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[17,16,14,15],"class_list":["post-1022","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-madina-edu-tips","tag-kabupaten-sragen","tag-kampus-islam","tag-literasi-anak","tag-madina-edu-tips","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1022","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1022"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1022\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1030,"href":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1022\/revisions\/1030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stitmadinasragen.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}